Recent Posts


Tampilkan postingan dengan label Publikasi - Dokumentasi. Tampilkan semua postingan

PERINGKAT 50 PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA 2016 VERSI (4 INTERNATIONAL COLLEGES & UNIVERSITIES)


Berikut Peringkat Perguruan tinggi yang berada di Indonesia pada tahun 2016 versi (4 International Colleges dan  Universities). Peringkat bukan sebagai indikator dan pembeda diantara perguruan tinggi, melainkan sebagai bahan evaluasi dan gambaran umun terkait ketercapaian dan kualitas yang telah dihasilkan oleh sebuah perguruan tinggi dalam kinerja dan program-program yang mampu memberikan signifikansi perubahan dan kemajuan terhadap internal (Kampus) dan ekternal (Negara). Dengan adanya peringkat seperti ini diaharpkan mampu memberikan motivasi dan dorongan terhadap civitas dan stakeholder masing-masing perguruan tinggi untuk terus membangun dan menelurukan gagasan, karya, dan keterampilan yang dapat memajukan akademik di indonesia.
Source by : 4icu.org

Sort by 2016 University Web RankingUniversity Sort by University name
Location Sort by University town
1  Institut Teknologi Bandung
Bandung
2  Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta …
3  Universitas Indonesia
Depok …
4  Universitas Sebelas Maret
Surakarta
5  Universitas Padjadjaran
Bandung …
6  Universitas Pendidikan Indonesia
Bandung
7  Universitas Diponegoro
Semarang …
8  Universitas Negeri Yogyakarta
Yogyakarta
9  Universitas Brawijaya
Malang
10  Universitas Airlangga
Surabaya
11  Universitas Gunadarma
Depok
12  Institut Pertanian Bogor
Bogor
13  Universitas Mercu Buana
Jakarta
14  Universitas Bina Nusantara
Jakarta …
15  Universitas Sumatera Utara
Medan
16  Universitas Udayana
Badung …
17  Universitas Riau
Pekanbaru
18  Universitas Lampung
Bandar Lampung
19  Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya
20  Universitas Negeri Semarang
Semarang …
21  Universitas Hasanuddin
Makassar
22  Universitas Trisakti
Jakarta
23  Telkom University
Bandung
24  Universitas Muhammadiyah Surakarta
Surakarta
25  Universitas Islam Indonesia 
Yogyakarta
26  UIN Sunan Ampel – Surabaya
Surabaya
27  Universitas Muhammadiyah Malang
Malang …
28  Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Medan
29  Universitas Negeri Malang
Malang
30  Universitas Sriwijaya
Indralaya …
31  Universitas Kristen Petra
Surabaya
32  Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Yogyakarta
33  Universitas Esa Unggul
Jakarta …
34  Universitas Jember
Jember
35  Universitas Bengkulu
Bengkulu
36  Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Jakarta
37  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Yogyakarta
38  Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Yogyakarta
39  Universitas Syiah Kuala
Banda Aceh
40  Universitas Ahmad Dahlan
Yogyakarta …
41  Universitas Jenderal Soedirman
Purwokerto
42  Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Tangerang
43  Universitas Andalas
Padang
44  Universitas Komputer Indonesia
Bandung
45  Universitas Negeri Medan
Medan
46  Universitas Sam Ratulangi
Manado
47  Universitas Jambi
Jambi
48  Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
49  Universitas Pelita Harapan
Tangerang …
50  Universitas Tadulako
Palu

Hasil Pertemuan Presiden RI dengan Rektor PTN Seluruh Indonesia

Wawancara Wartawan dengan Rektor Se-Indonesia
Pada Kamis 10 September 2015, Presiden RI Joko Widodo melakukan pertemuan dengan 23 Rektor PTN seluruh Indonesia. Dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilangsungkan hari kamis kemarin, para rektor se-Indonesia, membahas dan membicarakan berbagai aturan yang disederhanakan pemerintah agar membawa dampak yang lebih baik pada dunia pendidikan.

Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana mengatakan, para rektor juga diberi kesempatan untuk menyampaikan berbagai masukan.

B‎eberapa poin penting yang disampaikan para rektor kepada Jokowi antara lain, pertama mengenai perlunya regulasi yang mengatur perguruan tinggi, sehingga Kementerian Ristek dan Dikti diharapkan mampu memainkan peran fasilitatif.


"Deregulasi ini penting agar ada kepastian hukum, koherensi, dan konsistensi peraturan," ucap Ari. ‎
‎
Kedua, perlu insentif bila kalangan industri menggunakan hasil riset perguruan tinggi. Insentif ini dapat digunakan untuk pengembangan riset di perguruan tinggi tersebut.

Ketiga, para rektor berharap adanya kebijakan yang mendukung hilirisasi riset, termasuk keberpihakan pemerintah dalam mendukung hilirisasi hasil riset perguruan tinggi dan pemberian insentif bagi industri untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi.
‎
Masukan terakhir berupa harapan agar ada penambahan bantuan bagi mahasiswa tidak mampu, termasuk juga Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN).


Ari mengatakan, Jokowi menanggapi positif semua usulan dari para rektor tersebut. Di samping menyampaikan komitmen untuk memberi bantuan kepada mahasiswa tidak mampu.
"Presiden juga meminta para rektor untuk terus memberikan masukan, baik secara langsung maupun melalui Menteri Sekretaris Negara," pungkas Ari.
Para rektor sendiri mengingatkan perlunya fasilitas untuk perguruan tinggi negeri (PTN), termasuk keleluasaan otonomi. Selain itu, meskipun tengah gencar-gencarnya menggelar progam terkait infrastruktur, para rektor meminta presiden untuk tetap memperhatikan dan meneruskan program bidik misi untuk mahasiswa miskin.


"Satu lagi alokasi bantuan pendidikan bidik misi untuk mahasiswa miskin. Tadi, saya usulkan anggarannya dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan. Jangan sampai untuk kebutuhan infrastruktur, alokasi (anggaran) bidik misi jadi dikurangi," kata Ketua Majelis Rektor PTN se-Indonesia, yang merupakan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Herry Suharyanto di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Kamis (10/9).

Bantuan operasional PTN juga diminta dipertahankan. Para rektor mengatakan Kementerian Riset dan Dikti juga diharapkan bisa melakukan pendekatan fasilitatif dibandingkan birokratis ke kampus-kampus PTN. Dengan difasilitasi, PTN juga diberikan target misalnya dalam hal riset.


"Kami diskusi panjang terkait aturan-aturan seperti beliau sampaikan ada 1.000 persoalan dan satu persatu kami tangani, kami sampaikan dalam perspektif kami, belum ditangani dengan baik," ujar Ketua Majelis Rektor PTN se-Indonesia, Herry Suharyanto, Kamis (10/9/2015).

Herry yang menjabat sebagai Rektor Institut Pertanian Bogor ini menyampaikan masukan terkait persoalan di perguruan tinggi, seperti kurangnya fasilitas sampai mekanisme pengelolaan kampus.


"Misalnya bagaimana kampus diberi fasilitas, kelola kampus PTN sini, tentu beda kelola dikmen. Kalai perguruan tinggi diberi keleluasaan, otonomi, diberi target kinerja jelas dengan anggaran dan support yang tidak perlu berlebihan, kampus-kampus akan mampu selenggarakan pengambilan keputusan," ucap Herry.
Kembali ke soal bidik misi, Herry menjelaskan, bahwasanya Jokowi setuju program tersebut dilanjutkan.

"Jumlahnya ditingkatkan, jadi 60 ribu siswa bidik misi. Disedaikan anggaran setara 60.000 siswa baru. Naiknya sekitar 10.000 orang," terang Herry.

Selain itu, dibahas pula perlunya dorongan pemerintah kepada perusahaan-perusahaan yang mendanai riset-riset di PTN. Semisal, pemerintah dapat memberikan opsi pengurangan pajak. Lagi-lagi, menurut Herry, Jokowi menyambut baik usulan tersebut.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, yang juga mantan rektor Universitas Gadjah Mada, mengatakan banyak hal yang dibicarakan presiden dengan para rektor. Acara ini tidak didesain untuk membahas paket kebijakan yang baru diluncurkan kemarin.


"Presiden meminta masukan dari para rektor, baik itu yang urusan internal pendidikan tinggi dan riset, serta yang terkait dengan masalah-masalah umum," kata Pratikno.

Masalah umum menyangkut ekonomi, kata Pratikno, di antaranya adalah soal percepatan penyerapan anggaran, upaya percepatan pengadaan barang, dan usulan para rektor mengenai kontribusi pendidikan tinggi untuk pembangunan.

Ada 23 rektor yang datang dalam acara tersebut, beberapa yang hadir di antaranya Rektor Universitas Indonesia  Muhammad Anis, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Dede Rosyada, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) ‎Dwikorita Karnawati, Rektor (UNY) Rochmat Wahab, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto yang merangkap sebagai Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, dan Rektor Universitas Sriwijaya ‎Badia Perizade.

Selain itu turut serta  Rektor Syiah Kuala Aceh ‎Syamsul Rizal, Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Subhilhar, dan Rektor Universitas Airlangga Surabaya Moh Nasyih.



Sumber  :  +Liputan6.com     | +BeritaSatu.com  | +Tribunnews.com